KKNT IPB Desa Brondong 2026 Wujudkan Balita Sehat dan Ceria melalui Program GEMBIRA

Indramayu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB Desa Brondong 2026 melaksanakan program GEMBIRA (Gerakan Mewujudkan Balita Sehat dan Ceria) pada Kamis, 30 Juli 2026, pukul 09.30–12.00 WIB di Balai Desa Brondong, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dihadiri oleh 37 peserta yang diikuti oleh ibu- ibu dan kader Posyandu Desa Brondong. Program GEMBIRA merupakan kegiatan pendampingan Posyandu berbasis pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada deteksi dini tumbuh kembang anak, pemberian stimulasi sesuai usia, serta edukasi gizi sebagai upaya mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Kegiatan tersebut juga mengangkat pemanfaatan salah satu sumber daya perairan lokal yaitu ikan nila sebagai alternatif pemenuhan gizi dalam pencegahan stunting. Program ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKNT IPB Desa Brondong 2026 dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, pentingnya pemberian stimulasi sesuai tahapan usia, serta pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang. Mahasiswa juga memperkenalkan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sebagai salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan skrining awal terhadap perkembangan anak. KPSP membantu orang tua dan kader Posyandu mengenali kesesuaian perkembangan anak berdasarkan kelompok usianya serta mendeteksi kemungkinan adanya keterlambatan perkembangan. Peserta memperoleh penjelasan mengenai cara penggunaan KPSP dan pentingnya melakukan pemantauan perkembangan secara berkala. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan orang tua dan kader Posyandu dalam memberikan stimulasi yang tepat serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi memasak bersama para ibu dan kader Posyandu di teras Balai Desa Brondong. Mahasiswa KKNT IPB memperkenalkan cara pengolahan ikan nila menjadi nugget sebagai alternatif makanan bergizi yang dapat diterima oleh anak-anak. Tahapan pembuatan dijelaskan mulai dari persiapan bahan, pengolahan daging ikan, pencampuran adonan, pembentukan nugget, hingga proses penyimpanan dalam bentuk produk beku. Para peserta menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung karena sebagian besar memiliki balita dan anak-anak di rumah. Demonstrasi tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah ikan menjadi produk yang menarik, bergizi, dan mudah dibuat secara mandiri.
Dalam sesi diskusi, salah seorang ibu peserta menyampaikan bahwa ketersediaan ikan di Desa Brondong lebih didominasi oleh ikan laut. “Sebenarnya, di sini lebih banyak ikan laut daripada ikan air tawar” ujar salah seorang ibu peserta. Menanggapi hal tersebut, Nadila yang merupakan salah satu mahasiswa KKNT IPB Desa Brondong 2026 menjelaskan bahwa pembuatan nugget dapat menggunakan berbagai jenis ikan yang tersedia di daerah setempat. “Iya, Bu. Sebenarnya, nugget dapat dibuat menggunakan jenis ikan apa saja. Jika menggunakan ikan laut, komposisi tepung dan garam dapat disesuaikan karena daging ikan laut cenderung lebih padat dan telah memiliki rasa asin alami” jelas Nadila. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya perairan lokal dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku dan kebiasaan konsumsi masyarakat.
Sebagai penutup, mahasiswa KKNT IPB Desa Brondong 2026 membagikan nugget beku kepada peserta yang ingin membawanya pulang untuk diolah bersama keluarga. Sebagian nugget juga digoreng di lokasi dan dinikmati bersama sebagai makanan ringan setelah kegiatan. Antusiasme turut ditunjukkan oleh siswa sekolah dasar yang sekolahnya berada di dekat Balai Desa Brondong. Setelah pulang sekolah, anak-anak mendatangi lokasi kegiatan dan mengantre untuk mencicipi nugget hasil demonstrasi. Melalui program GEMBIRA, mahasiswa KKNT IPB Desa Brondong 2026 berharap masyarakat dapat meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak, menerapkan pola makan bergizi, serta memanfaatkan potensi perikanan lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan balita yang sehat serta mencegah stunting.
Bagikan Berita Ini
Bantu sebarkan informasi resmi Desa Brondong kepada warga & grup.